Siapakah Sebenarnya Irene Handono?

Siapakah Sebenarnya Irene Handono?

May 18, ’09 9:46 AM

untuk semuanya
Benar tidaknya walloohu a’lam….

Siapakah Irena Handono?
30 May 04 – 6:26 pm

MOHON PENJELASAN IBU USTDZ Hj. IRENE HANDOYO

Saya seorang wartawan salah satu harian lokal di Indonesia (maklum)
selalu kristis.
Ibu ustdz Irene handoyo mulai masuk biara pada usia kalo ga salah 19
tahun (mohon diingat-ingat bu..!) terus menjadi muallaf pada tahun 1983
(usia 26 tahun), sebelum muallaf ibu menikah dengan pria Katholik dan
melanjutkan pendidikan di Univ Atmajaya dan dikaruniai anak 3 org. Usia
perkawinan adalah 5 tahun.

Saya mau tanyakan apakah ibu keluar dari biara pada usia 21 tahun???

dgn kata lain hanya 2 tahun saja hidup membiara dan setelah keluar dari
biara ibu langsung menikah dengan pujaan hati ibu saat itu???

Sebab menurut keterangan teman saya (Katolik) seorang yang masuk
biara dibagi dalam beberapa tahap. 3 tahun pertama disebut Novis, artinya
masih umat biasa. Jadi menurut keterangan ibu, ibu ini belum ambil
sumpah kaul 1, ibu tdk layak disebut biarawati tapi Novis.

Dan lagi di seminari manapun itu tdk pernah satu orang pun wanita
diijinkan untuk “hinggap” di seminari sebab itu sekolah khusus untuk calon
Imam atau Pastor ( laki-laki).

Menurut keterangan yang saya peroleh ibu tinggal di kaki bukit daerah
Jogja, selama ibu menjadi Novis ibu pernah terlibat affair dengan diakon
(satu tahap lagi menuju Pastor), tapi karena affair ketahuan di biara ibu,
ibu terlanjur malu lantas ibu mengalihkan aib ibu kedalam Islam.

Ibu pikir Islam tempat orang-orang seperti ibu??.

Saya terlanjur malu karena terlibat penduplikasian dan pendistribusian vcd
kesaksian ibu yang ternyata palsu itu.

Semoga Niat ibu menjadi Islam diluruskan oleh Allah SWT. Amin
****************************

Ibu Irene yang terhormat,
Sekalipun saya tidak pernah merasa mendeskreditkan anda.

Pertanyaan-Pertanyaan yang saya ajukan sangatlah mendasar.

Bagaimana mungkin orang bisa percaya bahwa dakwah ibu itu adalah benar, bila untuk hal-hal kecil saja Ibu tidak bisa memberikan penjelasan.

Tolong sekali lagi ya Admin, saya minta penjelasan langsung dari Ibu IreneHandono.

Mengapa dia perlu mengatakan dia itu mantan biarawati bila dia tidakpernah diambil sumpahnya?
Mengapa perlu dia mengaku bahwa Ia bahwa belajar Teologi bertahun-tahun sementara Ia hanyalah seorang postulan yang baru masuk biara
setahun, sebelum akhirnya dia meninggalkan biara?

Tidak perlu rasanya menutupi pertanyaan saya ini dengan tulisan yangpanjang-panjang.
Bila Anda mau bicara tentang hal-hal yang Haq, maka tegakkanlah
kebenaran,akuilah kesalahan dalam kesaksian awal Anda, hal itu jauh berharga
daripada melarikan diri dari kenyataan bahwa Anda pernah berbohong.

Mungkin fitnah yang selama ini pernah dituduhkan pada Nasrani bahwa mereka diijinkan berdusta dalam berdakwah, dusta itu sebenarnya adalah
borok pada diri Anda sendiri.

Berdakwah tidak selamanya harus menghujat. Kristus adalah Tuhan bukan karena orang-orang Nasrani terlalu berlebihan dalam memuja-Nya, tetapi
karena kami percaya pada pernyataan kesaksian Injil.

Tetapi anda telah memberikan hujatan-hujatan, memakai ayat2 Alkitab secara seenaknya untuk mendukung pernyataan Anda, dan saat Alkitab bicara tentang hal-hal yang benar, Anda menolaknya dengan alasan Alkitab telah diubahkan. Mana konsistensinya?
***************************

MAu tahu soal Irene ini?

Nih cerita asli ponakannya:

Han
Joined: 28 Aug 2005
Posts: 9
Location: Singapore
Posted: Mon Aug 29, 2005 8:30am

Post subject: Sedikit Info tentang IreneHandono
———————————–

Halo teman-teman,
Saya adalah salah seorang keponakan Irene Handono yang mempunyaihubungan darah dengan dia secara langsung.

Saya ingin menegaskan bahwa Irene Handono memang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Katolik.

Sewaktu remaja dia mencoba untuk menjadi biarawati, tetapi setelah masuk sekolah biarawati selama hampir 2 tahun dia tertarik oleh salah seorang calon Romo yang juga baru masuk
seminari dan pada akhirnya mereka berdua menikah sampai mempunyai 4 orang anak.

Hal yang paling kami sesalkan dalam keluarga adalah saat dia memaksa untuk bercerai dengan suami pertama agar bisa menikahi suami kedua (sampai sekarang) walaupun dengan menikah dengan suami ke-2 kedudukan dia sebagai istri yg ke… , karena suami yg ke-2 sudah punya anak istri.

Irene Handono belajar menjadi Islam sejak saat dia memutuskan untuk menikahi suaminya yg ke-2 yang merupakan penganut Islam.

Jadi jika Irene Handono mengklaim bahwa dia seorang mantan biarawati, tentu saja itu tidak benar. Dia adalah produk anak manja oleh nenek saya
karena merupakan satu-satunya anak perempuan dari 5 bersaudara.

Semoga sedikit info ini bisa berguna.

Shalom

About these ads
Comments
28 Responses to “Siapakah Sebenarnya Irene Handono?”
  1. budi mengatakan:

    Kalo anda keponakan atau apa saja atau tuhan yg jelma jadi keponakannya tunjukkan fotomu serta bukti bukti yg menuduh hj irene begini begitu, serta hai you wartawan atau wartawan yg di tuhan jika memuat suatu cerita sertakan dgn foto foto atau apa saja alat yg bisa menjadikan berita kamu bisa di pertanggung jawabkan.

  2. budi mengatakan:

    Hai you keponakan dan wartawan.jika kamu punya kaitan dgn hj.irene jika hj. Irene ceremah datangi dan rekam you mau buka kedok hj irene.dan rekam tsb di upload di facebook you di mana aja atau kiri ke email aku ini finedita@gmail.com

  3. thaliban mengatakan:

    memang dari dulu mulut pendusta selalu menuliskan kelakuanya atas nama orang lain.

  4. steven hermansyah mengatakan:

    kalo dia benar biarawati, tunjukan fotonya, biaranya di mana? nama ordonya apa? suster kepalanya siapa? ngaku2 tahu agama kristen, menjelaskan teologi dan sejarah kristen aja ngaco2

  5. muslim mengatakan:

    Biarlah ALLAH yg mengadili karna ALLAH tdk lengah terhadap umatnya.

  6. Rifa mengatakan:

    Bunda H. Irena mengungkapkan kebenaran. Ngapain para Dajjal ini repot kebakaran jenggot ? Maju terus Bunda. Saya saudara Anda. Semboyan tetap kita: babi menguik kafilah berlalu.

  7. dewi mengatakan:

    dari membaca biografi yg di tulis lgs oleh hj. irena sj sdh ketahuan bhw tdk mgkn diumur segitu dia sdh jd biarawati n tdk mgkn umur sgitu bisa jd ketua legio. cm org bodoh yg percaya bualannya.

  8. merry mengatakan:

    Kalau memang sudah berpindah ke agama baru, saya rasa tidak perlu untuk menjelek2an agama sebelumnya. Cukuplah berusaha menjalankan agama baru dengan sebaik-baiknya saja. Karena kebenaran atau kebohongan yang diungkapkan akan terbuka dengan sendirinya tanpa perlu diperdebatkan. Jadi intinya semua agama pastinya mengajarkan tentang kebaikan, masalah perdebatan kembali ke pribadi masing2 orangnya. Oleh karena itu hargailah perbedaan yang ada dinegara kita ini.

  9. siti fatimah mengatakan:

    setuju banget sama Mbak Merry

  10. ismail fahmi mengatakan:

    Yaa.. Kalo ndak pindah ke islam, tentu bu irine dak bisa kawin lagi dong… Kan yg bisa kawin lagi tanpa maut yg memisahkan cuma ajaran islam…

  11. Bahrun mengatakan:

    Sebenarnya bukan kebohongan yang diungkapkan Ibu ustadzah Hj. Irene Handono, tapi fakta, bagaimana bisa kita membedakan benar ato salah kalo belum pernah di lalui, karena Ibu Ustadzah Hj. Irene Handono sudah melalui ke 2nya (Kristen-Islam) maka dia bisa memilih yang benar dan yang salah(bohong), makanya kalo mau tahu yang mana benar ato salah masuk dulu baru ambil kesimpulan, yang dikatakan Ibu Ustadzah Hj. Irene Handono BENAR adanya karena dia itu orang pintar bukan orang bodoh.wabswb…

  12. Paul mengatakan:

    Alangkah baiknya bila mau dengerin penjelasan irena handono di antaranya pada YOUTUBE,masuk akal ato malah masuk angin??kalo malah masuk angin ya brarti belom BERUNTUNG….oke!!

  13. Kia mengatakan:

    Dari pertama liat si irena handono semua orang katolik juga tau kalo kesaksiannya boong..
    Herannya justru orang muslim yg ternganga2..
    Kebohongan yg manis di telinga emang enak =))

  14. wongcilik mengatakan:

    Saya rasa beliau ini maksudnya baik. Hanya ingin membagi hal yang dia anggap benar. Namanya juga manusia kadang bisa sedikit bias. Maksud hati apa, yang dilakukan apa saking semangat nya bicara. Biar Tuhan yang membimbing dia. Kita doa kan saja Ibu Irena ini agar selalu tetap berdakwah dijalan yang benar.

  15. UTUH MARAW mengatakan:

    bagimu agamamu bagiku agamaku lakum……………….?MASALAH BUAT LHO , BEGITU AZ KOQ REPOT,,,,,,,,, WASALAM…………………………………………………………………………………………………!

  16. Don Brondol mengatakan:

    Muslim memang begitu… Kebohongan yang manis akan membuat terlena, Wahai muslim sadarlah, orang muallaf ya muallaf aja..

    Tapi kalau omongannya penuh dusta,, apa pantas kalian mengelu elukannya

  17. Abdul Mungiz mengatakan:

    Manusia bisa berdusta, tapi untuk para komentator saya sarankan untuk dipikir dipelajari dipahami dan direnungkan ajaran 2 agama tersebut lalu selamatkan diri dari neraka dan azab.
    Jangan terburu-buru, sampai paham (dalam suasana tenang, jangan dalam suasana berisik) dan usahakan pahami sendiri.
    Semoga kita beruntung dan selamat dunia akhirat

  18. dian mengatakan:

    apapun kisah ato masalalu ibu hj. irene…. ibu irene sudah pilih yang terbaik :) :)

  19. haris mengatakan:

    yg penting agama itu satu islam………jangan berdebat nanti nggak akan berhenti skrang marikita perangi korupsi…….

  20. budiana mengatakan:

    Hj. Irena masuk Islam dan yakin dengan pilihannya, knapa kalian yg ribut, dia menceritakan pengalaman hidupnya, kenapa kalian yang kepanasan, ini negara demokrasi, mau bercerita apa saja bebas, mau percaya mau tidak tergantung kalian sendiri, saya pribadi sangat menghormati keyakinan dan pilihan Hj Irena karena keyakinannya begitu kuat, malahan saya heran sama tulisan artikel disini yg mau memdebatkan sesuatu yang bersumber “KATANYA” bukan berdasarkan sumber aslinya, ini sama saja pepesan kosong…..

  21. Ari mengatakan:

    Saya seorang muslim dari SD sampai SMA sekolah di katolik dan wajib belajar agama katolik karna lingkunagan saya rata2 katolik.. Missa setiap hari kamis, dan kegiatan rohani lainnya saya ikut.. Disitu baru saya tau ternyata Islam itu agama yg benar.. Bayak hal2 yg aneh dalam kitab suci katolik. Serta bayak ajaran Yesus sendiri yg tidak orang katolik itu sendiri lakukan. Contoh seperti sunat dan puasa. Aneh kan..???

  22. Agung mengatakan:

    Bolak balik orang islam di Indonesia sangat mudah dibohongi, mana ada ustadz mati nabrak pohon mengendarai kawasaki ER 650? Mungkin lebih baik mereka perlu sepulang dari umroh mampir ke Iran atau afganistan lihat islam yang sebenarnya itu bagaimana…Maksud omongan saya adalah, lahir di Indonesia adalah lahir sebagai manusia yang merdeka dengan perbedaan masing2, jadi gak perlu kita dibodohi orang2 si jarkoni’-jarkoni’ itu… Iso ujar ra iso nglakoni… Orang yang tiap hari berbusa-busa dengan tuntunan tapi pada akhirnya jadi tontonan dibawah pohon….Berpikirlah selalu sebagai orang muda yang kritis, baik islam maupun kristen dll…apakah para ustadz itu juga membayar pajak dari pendapatannya? Zakat bukan pajak! Koruptor 2 milliar kurban 2 ekor sapi saja otomatis bersih jiwa raga nya di banyak kampung…mungkin karena itulah mereka selalu hidup di kampung, karena bila hidup sejajar dengan kami ditengah, tak kan mampu dia tebar pesona bagi pagar hidupnya dengan hanya 2 ekor sapi! Pertanyaannya, adakah dari kalian yang rela membodohi diri sendiri sekaligus bersedia menjadi pagar hidup koruptor, penipu penipu wangi’ dan seterusnya terutama mereka yang telah berusaha keras menggunakan agama sebagai bakul nasi mereka? Sekali saja saya minta waktu, cobalah kalian dari golongan muda yang mengaku bersekolah apalagi sarjana, sekarang adalah tahun 2000+ 1, banyak negara yang telah jauh meninggalkan kita, singapura, malaysia, thailand… Tidak ada anak muda dinegara- negara itu yang melakukan kebodohan seperti yang tengah dilakukan rekan- rekan sebayanya disini…Kunci saran saya adalah,
    1. Agama apapun adalah alat yang sangat baik bagi badan intelejen untuk usaha pembodohan dan pembutaan.
    2. Selama isu keagamaan muncul, kros-cek dengan baik karena bila anda telan bulat,bisa saja anda termakan point nomer 1.
    3. Sadarilah sejarah budaya bangsa anda dengan baik karena hal itu bisa dijadikan pegangan dari penglihatan semu terhadap dakwaan kemurtadan bangsa sendiri.
    4. Setelah membaja tulisan ini, bertanyalah dalam hati apakah mungkin seseorang atau segolongan orang berusaha membutakan rakyat Indonesia secara massive terhadap isu yang lebih penting bagi bangsa ini? Bagaimana dengan Nigeria? Somalia, Libya…Sudah rahasia umum bahwa keributan agama paling mudah dibuat dan digunakan… Dan selama itu terjadi tak satupun dari kalian YANG SADAR bahwa emas nikel bahkan uranium bangsa ini telah ternegosiasi dengan prosentase pembagian terkecil bagi bangsamu sendiri !
    5. Putuskan lah seterusnya hidup kalian sebagai bahan tertawaan dunia dengan perasaan terapung di lautan kemurtadan atau tetaplah terjaga bahwa agama adalah urusan pribadi seseorang dan tidak boleh seorang pun di Indonesia ini hidup ongkang-ongkang diatas hasil jualan agama !
    6. Sebagai latihan kroscek kebodohan, mengapa di Indonesia, setiap menjelang lebaran semua keperluan hidup harganya bergerak naik? Mengapa tidak terjadi di malaysia yang negaranya bersyariat islam? Mengapa di Aceh warga perempuan non muslim dipaksa berlaku sebagai muslim dengan keharusan mengenakan jilbab? Mengapa di malaysia hal seperti itu tidak terjadi
    7. Terjagalah… Hiduplah seperti setiap anak muda didunia, bahkan bila kita hidup lebih arab dari bangsa arab, tetap saja meraka tak mengakuinya karena memang kita tidak termasuk pan arabisme!

  23. odong odong mengatakan:

    ora sido ngomong

  24. hidup muallaf mengatakan:

    walaupun dia bukan biarawati,tp keterangan dia tentang kristen membuat para penganut katholik seperti dilanjangi….mirip sama patung yg mereka sembah

  25. Dini Hari mengatakan:

    “MANTAN BIARAWATI” sy x marah dgn ceramah yg disampaikan oleh makcik irene ini. Sy cuma berasa sedih dan simpati, kerana dgn semudahnya dia mendeclarekn betapa jahatnya agama yg pernah dianutinya suatu ketika dahulu…siap dgn “Kemantanan Kebiarawatinya…Makcik Irene, tolong nyatakan ya, apa nama kongregasi yg pernah anda masuk? Berapa tahun dalam pembentukan biarawati? Apakah sudah melafazkan kaul kekal sbg seorg biarawati yg sah? Tolong nyatakan mother general kongregasi/ordo anda?

  26. Dini Hari mengatakan:

    hidup muallaf : “mirip sama patung yg mereka sembah” lihatlah betapa meleset dan x masuk akal tuduhan anda terhadap katolik…dari sumber mana anda tahu katolik menyembah patung? “walaupun dia bukan biarawati” penyataan ini lagi menyedihkan…betapa besarnya pembohongan yg tlh dia saksikan mengenai hidup masa lampaunya! Tak perlu berbicara ttg fakta sekiranya anda sendiri x memahami kebenaran atau fakta yg hendak dilafazkan…

  27. djoko mengatakan:

    Zanganlah mengujat sesama muslim. Sedangkan menghujat orang lainpun (non muslim) tidak dibenarkan.

    Mari kta bersamasama berdoa kepada Allah swa, Semoga orang2 yang mau belajar tentang islam , mudah2an mendapat petunjuk yang benar, amin amin amin ya robbal alamin.

  28. machfudhgreenbox mengatakan:

    Baca Surah Al Anam (6) Ayat 84, lalu Surah Al ‘Ankabuut (29) Ayat 46, kemudian Surah Yunus (10) Ayat 99 – 100, terus Surah (24) An Nuur Ayat 46, lanjut Surah Al Hujuraat(49) Ayat 12 – 13, dan terakhir Surah Yunus (10) Ayat 44.
    Siapa saja boleh kok membacanya, baik muslim maupun non-muslim, simak baik-baik dan cobalah dipahami dan renungkan makna tersurat dan tersiratnya.
    Insya Allah, kita akan mendapatkan penjelasan dari yang diperdebatkan diatas.
    Atau coba buka http://www.nurullailaturrahmah.blogspot.com (cari tulisan tentang Surah dan Ayat diatas. (heheheheh… sedikit promosi). Wassalam. Hamba Allah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: